Buletin Selasar Edisi Januari 2008
Ditulis Oleh Selasar
Rubrik Info Sekolah
CPD PASKIBRA SMA 1 BANJARANPada 2 Januari 2008 lalu, Wahana Ekstrakurikuler PASKIBRA mengadakan kegiatan Camping Pendidikan Dasar atau yang sering disingkat CPD.Kegiatan CPD ini berlokasi di Gunung Puntang selama tiga hari dua malam. Dengan bimbingan dari Pembina PASKIBRA, Bapak Usdek, dengan Korsat Rosian, dan Ketua Pelaksana Teh Irma Mufliva. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pendidikan ke-PASKIBRA-an dan melatih mental para calon anggota PASKIBRA.Kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa alumnus, yang juga memberikan beberapa petuah untuk para calon anggota PASKIBRA, seperti selalu semangat, dan berusaha, dan selalu aktif dalam menjalankan setiap kegiatan.Hanya saja, dalam CPD ini, tidak ada acara khas sebagaimana yang sering dilakukan jika sedang kemping, yaitu tradisi api unggu, dikarenakan hujan. Namun demikian, kegiatan api unggun dapat dilaksanakan menjelang Subuh. “Meskipun apinya kecil”, ungkap Wijayanti, salah satu anggota PASKIBRA Kelas X yang mengikuti kegiatan tersebut. (Tim Selasar)CPD PA WANAYUDHA SMA 1 BANJARANDua hari menjelang tahun baru 2008, wahana PA Wanayudha mengadakan pelantikan yang diikuti oleh hampir seluruh anggota. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Citiis dan di Cikadu. Selain untuk memberikan pengarahan dan pelantikan, juga memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi anggota. Salah satunya adalah untuk lebih memotivasi anggota agar lebih dekat dengan lingkungan/ alam.Setelah upacara pembukaan yang dilaksanakan di SMA 1 Banjaran, kegiatan dilanjutkan di Citiis selama dua malam dan di Cikadu selama satu malam. Kegiatan yang diketuai oleh Kang Fajar ini diisi dengan dua format, yaitu materi dan praktik. Materi yang diberikan adalah tentang pendakian, keselamatan di lapangan, dan berbagai materi lainnya. Adapun praktik yang dilakukan adalah panjat tebing dan simulasi menelusuri gua.Para anggota merasa senang dengan kegiatan ini. Menurut Dery, salah seorang anggota, kegiatan ini dapat membuat kita survive (mampu bertahan hidup) di alam bebas. Apalagi kegiatannya dilakukan menjelang liburan sekolah dan tahun baru, jadi liburan pun lebih bermakna. Selamat bagi anggota PA Wanayudha yang telah resmi dilantik! (Tim Selasar)SMA 1 BANJARAN TERUS BERBENAH DIRIJika kita perhatikan, keadaan di lingkungan SMA 1 Banjaran saat ini mulai terlihat ada perbedaan. Aktivitas di sekolah bukan saja proses belajar mengajar, tetapi ada aktivitas lain yang dapat kita lihat. Beberapa pekerja masih sibuk menyelesaikan tugasnya membenahi fasilitas yang ada di lingkungan SMA 1 Banjaran.Selain masjid yang pembangunannya terus berjalan, kita pun dapat melihat dinding luar kelas dan sepanjang koridor telah dicat lagi, perbaikan atap yang rusak atau bocor terus dilakukan, ruang perpustakaan telah dibenahi, di ujung belakang sekolah kita ada kelas baru, dan beberapa pekerjaan lain yang terlihat masih berlangsung.Tentunya kita harus menanggapi hal ini secara positif. Pembenahan dan pengembangan sarana menjadi sinyal terwujudnya suasana lingkungan sekolah yang nyaman dan membuat siswa betah di sekolah. Apalagi ada keinginan dari Bapak Kepala Sekolah kita untuk melaksanakan KBM satu sift. Artinya, jam sekolah kita semuanya pagi hari. Wah, enak tuh. Siangnya kita bisa beraktivitas lebih banyak di ekskul. Biar kegiatannya tambah menggeliat. Kita doakan dan dukung terus sekolah kita agar bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Cayo! (Tim Selasar)Rubrik Laporan Utama (Laput)FENOMENA RAMALAN DI TAHUN BARUKrisis yang melanda negeri kita ini menyebabkan banyak orang kehilangan arah dan panduan dalam hidup. Keyakinan kepada Allah Swt. sebagai Sang Maha Kuasa perlahan terkikis oleh nafsu duniawi yang serba gemerlap. Tuntutan ingin hidup kaya, bahagia, dan serba mudah membuat masyarakat melakukan segala cara, termasuk bertanya pada orang “pintar”, paranormal, atau dulu lebih dikenal dengan istilah dukun.Masyakat seakan berlomba ingin mengetahui nasibnya pada tahun 2008 ini. Masyarakat begitu meyakini rekaan-rekaan nasib yang dituturkan oleh peramal. Berbagai ramalan digunakan oleh para dukun atau paranormal. Ramalan yang paling populer adalah berdasarkan ilmu perbintangan yang melahirkan zodiak sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun lahir.Tahun baru adalah moment saat para peramal mulai memperlihatkan ‘kebolehannya’, dalam melihat nasib seseorang. Beberapa peramal yang sering dimintai hasil “teropongnya” antara lain Mama Laurent, Ki Joko Bodo, Ki Kusumo, Suhu Achai, Fery Purwo, dan sederetan peramal yang berlomba-lomba untuk meramal masa depan para artis, dengan berbagai media, seperti: Kartu Tarot, Garis Tangan, dan media meramal lainnya. Dalam dunia remaja, ramalan yang paling diminati adalah mengenai asmara. Tidak heran kalau beberapa media anak mudia selalu menyajikan kolom ramalan bintang. Kebanyakan dari mereka mempercayai ramalan-ramalan yang hadir dalam bentuk Astrologi. Malah ada juga kaum muda yang mencari pasangan berdasarkan zodiaknya (Ehm, sebegitunya! Memang di jamin langgeng gitu?)Lalu, apa yang dimaksud dengan astrologi?Astrologi adalah ilmu yang mempelajari pergerakan benda-benda langit yang dipercayai memberi dampak atau pengaruh kepada kehidupan seseorang, dan berhubungan dengan kejadian-kejadian yang terjadi dalam kehidupan manusia. Bukan hanya meramal masa depan suatu bangsa, tetapi juga meramal karakter atau keberuntungan seseorang, yang berdasarkan praktiknya astrologi memakai ilmu pengetahuan sejati, bukan berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan (scientis).Banyaknya keyakinan para astrolog yang menyatakan tanda-tanda zodiak akan mempengaruhi watak seseorang, membuat ramalan bintang itu makin diyakini. Padahal tidak jarang para peramal hanya menebak-nebak, atau malah iseng saja membuat ramalan itu. Astrologi di mulai pada zaman Mesopotamia, dengan perkembangan sejak zaman pemerintahan Babel Kuno. Orang Yunani dan Romawi termasuk yang mempunyai andil besar, dalam perkembangan astrologi.Sebagai usaha untuk mendapatkan keberuntungan, tetap harus kita yakini, bahwa semua itu berawal dari usaha diri kita sendiri. Tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi pada kita nanti, kecuali yang telah menciptakan kita, Allah. SWT. Hanya kepada Allah-lah kita harus menggantungkan hidup dan kehidupan kita. Keyakinan kita pada peramal dan ramalannya, berarti telah menafikkan Allah Swt. Itu berarti kita dapat digolongkan ke dalam orang-orang yang musyrik. Nau’zubilahi min dzalik. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang dapat menyesatkan kita. Amin. (Uci-Selasar)RAMALAN, ANTARA KEYAKINAN DAN SERBA KEBETULAN“Eh, kamu bisa ngeramal nggak? Tolong ramal aku dong!” Kalimat tersebut acap kali terdengar di ruang kelas. Teman yang diyakini bisa meramal, baik menggunakan kartu atau garis tangan, menjadi serbuan teman sekelasnya. Masalah yang mereka tanyakan tidak jaun dari masalah asmara dan karakter pribadi.Mulailah “sang peramal” di kelas itu mulai menduga-duga. Menyampaikan hasil pandangannya yang kadang imajinatif dan ngawur. Tapi, siswa yang diramal malah mengangguk-angguk membenarkan ucapannya. Memang, saat ini makin banyak orang yang percaya pada ramalan atau perhitungan-perhitungan. Di Indonesia sendiri, perhitungan-perhitungan seperti itu sudah dipercaya sejak zaman dahulu. Misalnya, mengukur nasib berdasarkan wedal (hari lahir), menghitung tanggal perkawinan, dan sebagainya. Biasanya hal itu datang dari tradisi kejawen. Penghitungan-penghitungan seperti itu ternyata masih diyakini sebagian masyarakat sampai sekarang.Saat ini, baik serius maupun hanya sekadar hiburan ringan, banyak koran di berbagai negara di dunia ini memuat ramalan-ramalan perbintangan. Buku buku ramalan astrologi untuk pekerjaan, hari-hari baik, keberuntungan, dan ramalan jodoh berdasarkan tanggal lahir banyak dibaca orang. Para astrolog dengan “njelimet” menyusun ramalan-ramalan mingguan, bulanan, bahkan tahunan berdasar letak bintang dan planet. Di Korea, Jepang, Cina, nasihat para astrolog cukup diperhatikan dan digunakan dalam melakukan berbagai kegiatan: dagang, membangun rumah, perkawinan. Untuk menghadapi trend ramalan Astrologi yang semakin banyak kita jumpai, baik di media cetak maupun media elektronik ini, sebaiknya kita sebagai orang percaya mengetahui tentang astrologi dan apa yang Allah Swt. katakan di dalam firmanNya.Apakah benar apa yang diramalkan itu akan terjadi? Jawabannya tentu saja tidak. Coba kita lebih jeli dan perhatikan bahwa:1. Berapa banyak ramalan mereka yang tidak tepat (kebanyakan orang/ media massa cuma membahas ramalan yang tepat meskipun hanya satu atau dua, itu pun serba kebetulan), sedangkan yang tidak tepat tidak dibahas. Kenyataannya membuktikan bahwa sangat sedikit sekali ramalan yang tepat, tetapi orang banyak membicarakannya, sehingga perhatian orang cuma terpusat pada ramalan yang tepat saja.2. Banyak ramalan lainnya dibuat tersamar/ susah untuk ditangkap artinya, sehingga orang berusaha untuk mengartikannya sendiri. Sebelum kejadian sangat banyak pengartian yang bisa dibuat. Dan sesudah kejadiannya lewat maka orang akan berkata bahwa maksud ramalannya itu seperti ini lho (berusaha untuk dicari yang tepat atau yang mendekati).3. Atau cara yang lain adalah meramal berdasarkan logika, atau membuat ramalan yang bersifat umum sekali, dan atau hampir dapat dipastikan akan terjadi (banyak orang yang tidak sadar akan hal ini). Dengan kata lain, yang bukan peramal pun sebetulnya sudah dapat memperkirakan hal itu akan terjadi. Misalnya, kalau hujan lebat, daerah Jakarta akan banjir.Sebagai kaum intelektual dan mempunyai keyakinan agama, tentunya kita tidak perlu percaya atau meyakini apa yang dikatakan para peramal. Jangankan untuk mengubah nasib orang lain, nasib dirinya sendiri pun belum jelas. Pada kenyataannya, ramalan itu seakan-akan nyata lebih karena serba kebetulan. Walahu’alam. (Tim Selasar)
Rabu, 26 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
what do you think?